TouRiSM ObJecT's Blog

Just another WordPress.com weblog

TMII (Taman Mini Indonesia Indah) December 7, 2008

Filed under: Uncategorized — sylar25555 @ 8:06 am

SARANA REKREASI

Istana Anak-anak Indonesia
Dunia mimpi hadir buat anak-anak Indonesia dipersembahkan oleh TMII. Nikmati keanggunan kisah-kisah pangeran dan putri di istana anak-anak. Kisah-kisah dipersembahkan dalam lukisan-lukisan yang sambung menyambung bercerita.
Perahu Angsa Arsipel Indonesia
Dengan perahu berbentuk angsa, kita bisa berkeliling di danau yang indah yang berisi pulau-pulau sesuai dengan peta kepulauan Indonesia, sehingga kita bisa menikmati indahnya pemandangan di danau sambil belajar geografi kepulauan di Indonesia
Taman Among Putro
Masih di dunia anak-anak. TMII menyediakan arena dan sarana khusus untuk rekreasi anak-anak. Kesehatan adalah pangkal kebahagiaan. oleh karena itu Taman Among Putro menyediakan sarana hiburan bagi anak-anak sekaligus membina kesehatan mereka. Dilengkapi alat-alat bermain dan hiburan dengan tenaga listrik dan mesin, taman ini dapat dimanfaatkan oleh anak- anak untuk kegembiraan mereka.
Taman Ria Atmaja
Arena hiburan yang ditampilkan khusus ini, adalah arena yang dilengkapi panggung pergelaran setinggi 1.5 meter dengan luas 60 m2 di areal seluas lebih kurang 4000 meter persegi yang dikenal pengunjung TMII sebagai TERMINAL DANGDUT sejak tahun 1985.
Taman Renang Ambar Tirta
Agar pengunjung terutama anak-anak dapat memanfaatkan keberadaan TMII sebagai arena yang menyediakan sarana olah raga, di sini juga dibangun sebuah kolam renang yang diberi nama Ambar Tirta. Di kolam renang ini disediakan pelatih yang dapat mengajari anak-anak untuk dapat berenang dengan cara yang baik dan benar.
Teater Imax Keong Emas
Gedung yang sangat khas berbentuk keong raksasa merupakan tempat pemutaran dan pertunjukan film khusus dengan teknologi canggih. Beberapa film tersedia untuk diputar di Teater Imax Keong Emas.
Desa Wisata
Pengunjung TMII bukan saja berasal dari Jakarta dan sekitarnya yang dapat kembali dalam sehari. Tidak sedikit yang datang dari luar kota, bahkan luar Jawa. Untuk keperluan menginap di TMII, disediakan penginapan dengan lingkungan bersih dan alami serta biaya inap yang ringan.
Transportasi TMII
Beragam sarana transportasi TMII seperti mobil keliling, kereta api mini, kereta gantung, kereta titian samirono, perahu angsa , ojek, memberikan kemudahan dan kenyaman pengunjung dalam mengelilingi dan menjelajah TMII.
Titihan Samirono/Aeromovel
Yang ada di TMII bukan sebatas objek tak bergerak. Aeromovel merupakan salah satu objek yang bergerak itu. Aeromovel merupakan kereta ayang lintas cepat uang menjadi salah satu contoh bagi transportasi massal yang efektif dan bisa dikembangkan untuk Indonesia saat ini.
Sky Lift Indonesia (Kereta Gantung)
Melalui Sky Lift atau kereta gantung yang membentang dari ujung ke ujung kompleks TMII, para pengunjung bisa melihat replika gugusan pulau-pulau yang mengisi nusantara raya Indonesia dari udara. Replika gugusan pulau-pulau itu dinamakan Arsipel IndoneĀ­sia. Ada pulau besar, ada pulau kecil, ada pula perairan laut dan samudera yang menjadi kekayaan alam Indonesia.
Teater Tanah Airku
Teater T anah Airku merupakan bangunan teater pertama di Indonesia dengan kelengkapan teknologi maju yang berstandar internasional. Bentuk bangunannya merupakan perpaduan antara estetika khas Indonesia dengan konsep estetis internasional. Bukan saja berbagai ornamennya mengandung unsut gunungan ala wayang kulit Jawa, atap ala rumah adat di Sumatera dan Sulawesi, serta subkultur Dayak di Kalimantan, tetapi tata suara, tata cahaya, serta kelengkapan tata panggung yangbiasa dipergunakan di gedungĀ­gedung teater modern di dunia bersambungan secara harmonis dalam Teater Tanah Airku ini.
Panggung Parkir Utara
Panggung Parkir Utara adalah panggung permanen untuk berbagai kegiatan pertunjukan hiburan bagi pengunjung. Terletak bersebelahan dengan alun-alun (plaza) Tugu Api Paneasila dan termasuk dalam kawasan area Parkir Utara. Panggung terbuka ini dibangun atas peran serta perusahaan swasta yang peduli terhadap khasanah budaya bangsa yang dipentaskan di Taman Mini. Ukuran panggung yang besar dan luasnya kira-kira 20 meter x 18 meter dengan atap berbentuk persegi tiga ini merupakan panggung yang paling besar di Taman Mini.

TAMAN FLORA DAN FAUNA

Taman Anggrek
Luasnya hanya 2 hektar tetapi isinya padat. Berbagai jenis anggrek yang selalu berbunga dan menunjukkan kesemarakan warna- waminya ditanam di Taman Anggrek TMII. Lebih dari 100 anggrek alam dan lebih dari 50 anggrek silangan dapat dijumpai di sini. Rumah kaca dan rumah pemeliharaan lainnya dengan faktor-faktor lingkungan yang dapat diatur, memungkinkan tumbuhnya anggrek-anggrek di sini secara maksimal dan menghasilkan bunga-bunga yang indah mempesona.
Taman Apotik Hidup
Dengan tekad untuk kembali ke alam dan menghindarkan dampak negatif obat-obatan sintetis. Taman Apotik Hidup mengumpulkan tidak kurang dari 400 jenis tanaman obat. Selain tanaman hidup. di sini juga diperagakan bahan obat dalam bentuk kering atau simplisia. Untuk mengembangkan koleksi dan kemampuan taman ini dalam mengelola. dijalin kerja sama dengan pihak-pihak perguruan tinggi dan lembaga penelitian.
Taman Cokot
Sebagai upaya pelestarian dan penghargaan kepada hasil-hasil dan ciptaan “Cokot” seniman pemahat dan pematung handal dan terkenai dari Bali. maka di sekitar Gedung Pengelolaan TMII. di sisi Utara dan Seiatan dibanguniah sebuah taman yang menampilkan “patung-patung Cokot”.
Taman Kaktus
Di Taman Kaktus, kita dapat menikmati pesona keindahan tanaman kaktus dari berbagai belahan bumi. Di dalam Taman Kaktus terdapat Rumah Kaktus seluas 283 m2 berbentuk bulat dengan atap bulat pula, menyerupai kaktus. Bangunan ini banyak menampilkan koleksi berbagai macam kaktus, tidak kurang dari 32 jenis kaktus ditanam dengan tatanan menyerupai habitat aslinya.
Taman Melati
Salah satu bunga nasional kita ialah melati. Di TMII ada satu taman khusus yang mengumpulkan melati dari berbagai tempat di Indonesia dengan berbagai macamnya. Dengan penataan sebagai taman. koleksi ini dapat dinikmati keaneka-ragamannya. Di samping melati biasa dan melati susun di sini dapat pula ditemukan melati gambir, sejenis melati yang mempunyai bentuk bunga yang agak berbeda.
Taman Bunga Keong Emas
Dengan tanaman hias yang menarik. Taman Bunga Keong Emas disusun secara rapi. Di dalam taman yang nyaman ini pangunjung dapat berekreasi dengan menikmati indahnya keasrian tanaman dan wama-waminya berbagai bunga-bungaan. Nama taman ini didasarkan cerita legenda Raden Panji yang selalu mencarl kekasih buah hatinya. Dewi Sekartaji. Keong Emas ialah penyamaran Dewi Sekartaji ketika mencari Raden Panji. Di dalam taman, untuk menunjukkan adanya legenda yang dijadikan dasar pemikiran taman ini ialah patung penjelmaan Dewi Sekartaji dari Keong Emas.
Taman Akuarium Air Tawar
“Indonesia dan Dunia Air Tawar” merupakan tema yang dianut taman ikan air tawar di TMII. Taman Akuarium Air Tawar ini memperagakan akuarium air tawar secara geografi dengan menyajikan simulasi dan replika, ekosistem lahan basah asli bersama keanekaragaman hayatinya. Dengan replika ini diharapkan terciptanya sarana yang dapat memberikan citra atas perairan tawar Nusantara.
Taman Bekisar
Bentuknya khas seperti kurungan bekisar raksasa, lengkap dengan naga yang bertengger di atas atapnya. Taman Bekisar TMII menampilkan keanekaragaman ayam bekisar yang ada di Indonesia. Di dalam taman ini ayam-ayam dilepas bebas dalam ruangan yang cukup luas, sehingga dapat dengan leluasa berkeliaran di dalam taman.
Taman Burung
Dari sekitar 1300 jenis yang ada di Nusantara, taman ini menampilkan lebih dari 260 jenis asli Indonesia dan beberapa burung dari negeri-negeri lain. Kini Taman Burung telah dikembangkan dengan menambah sembilan kubah lagi dengan tujuan untuk keperluan pendidikan, pelestarian, penangkaran, penelitian dan juga rekreasi.
Taman Prasasti APEC
Kenang-kenangan atas kunjungan para ibu negara dari negar-negara anggota APEC se-Asia Pasifik, diwujudkan dengan sebuah taman yang dinamakan Taman Prasasti APEC yang di dalamnya terdapat sebuah batu prasasti berisi tanda tangan para ibu negara tersebut
Bangunan Soko Tujuh
Di dalam area Museum Indonesia terdapat suatu bentuk bangunan yang disebut Soko Tujuh. Bangunan ini bertiang tujuh dengan atap berbentuk “meru” atau kerucut yang terdiri atas tiga susun. Bentuk atap seperti ini melambangkan tiga unsur penyebab kebahagiaan atau kesejahteraan yakni Tuhan, Manusia dan Buana atau Alam Semesta. Ketiga-tiganya merupakan kesatuan yang tak terpisahkan.

MUSEUM-MUSEUM

Museum Indonesia
Museum Indonesia terdiri dari tiga lantai, penuh ukiran relief yang menggambarkan epos Ramayana. Di dalamnya menggambarkan budaya Indonesia melalui manusia dan lingkungannya, manusia dan adat istiadat, transportasi serta manusia dan hasil karyanya.
Museum Keprajuritan
Untuk mewujudkan gambaran semangat oleh yudha keprajuritan bangsa Indonesia dalam menghadapi kolonialisme asing khususnya pada abad ke tujuh sampai ke sembilan belas, didirikanlah Museum Keprajuritan Indonesia. Gedung Museum Keprajuritan Indonesia dibangun dengan bentuk benteng bersegi lima, dikelilingi perairan yang melambangkan pertahanan bangsa dan cara menangkal segala bentuk ancaman
Museum Prangko Indonesia
Sejarah perkembangan prangko sebagai kekuatan pengantaran surat dan berita dapat dilihat di Museum Prangko Indonesia. Bagaimana prangko pertama kali digunakan di Indonesia, dapat disimak dalam pameran ini. Dapat dilihat juga perkembangan teknologi yang digunakan dalam pembuatan prangko.
Museum Pusaka
di Museum Pusaka ini selain kegiatan peragaan dan pengelolaan sekitar 5.000 koleksi pusaka, yang kemungkinan besar akan terus bertambah, ada juga kegiatan perawatan (jamasan), bursa dan sarasehan yang dapat diikuti oleh masyarakat luas.
Museum Transportasi
Perkembangan dan peran transportasi di dunia dan Indonesia mempuyai sejarah sendiri. Bahwa transportasi dan perkembangannya memainkan peran penting dalam pembangunan, merupakan asas filsafat yang melandasi pembangunan Museum Transportasi di TMII.
Museum Listrkik dan Energi Baru
Hemat energi adalah pedoman penggunaan energi yang tak terbarukan di masa kini. Museum Listrik dan Energi Baru menunjukkan makna pedoman ini, dan berfungsi sebagai media informasi serta pusat koleksi dan konservasi untuk kepentingan pendidikan.
Museum Telekomunikasi
Hemat energi adalah pedoman penggunaan energi yang tak terbarukan di masa kini. Museum Listrik dan Energi Baru menunjukkan makna pedoman ini, dan berfungsi sebagai media informasi serta pusat koleksi dan konservasi untuk kepentingan pendidikan.
Museum Penerangan
Sejak masa perjuangan kemerdekaan sampai kini. kegiatan penerangan melainkan peran yang sangat menentukan. Berbentuk segi lima, Museum ini mudah ditemukan karena di halaman depan ada lambang ANANTAKUPA akronim “api nan tak kunjung padam”, tekad kegiatan perjuangan penerangan di Indonesia.
Museum Olahraga
Bentuknya unik, yaitu bola, yang dengan segera dapat ditebak bahwa bangunan ini berkaitan dengan olah raga. Inilah Museum Olah Raga dj TMII. Museum ini dibangun dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya olah raga bagi kesehatan jasmani dan rohani.
Museum Asmat
Ibu Tien lah yang pertama mencetuskan gagasan adanya suatu tempat yang memamerkan hasil kerjinan dan karya seni Asmat. Museum ini dibangun di areal Taman Bunga Keong Mas TMII. Bentuk bangunannya asli Kariwari, suku Tobati Enggross yaitu mendiami pulau di Teluk Jayawijaya. Bangunan ini berbentuk kerucut bersusun tiga
Museum Komodo
Gedung Museum Fauna Komodo dan taman Reptilia ini memiliki bentuk bangunan yang unik yaitu menyerupai biawak Komodo raksasa. Di dalam museum ini terdapat aneka peragaan yang berkaitan dengan fauna Indonesia. Sebagai cerminan kekayaan fauna Indonesia, beraneka jenis dan habitat satwa dan binatang lainnya dipamerkan di sini
Museum Serangga
Keanekaragaman serangga Indonesia, merupakan tema pameran dan peragaan yang ditampilkan di dalam museum ini. Di Indonesia, tidak kurang dari sekitar 250.000 jenis serangga hidup di dalam dan diatas tanah. di dalam dan di atas tumbuhan. hewan dan bahkan manusia. Memang ada yang merusak tetapi tidak kalah jumlahnya yang mengasyikkan. Ada yang indah. ada yang aneh. Ada yang sangat kecil, dan ada pula yang sangat besar. Ini semuanya dapat dilihat di Museum Serangga TMII terutama kumbang dan kupu-kupu yang sangat berwarna-warni, dan kelompok serangga menarik lainnya.
Pusat Peragaan IPTEK
Ilmu pengetahuan merupakan fondasi bagi teknologi, sedangkan teknologi adalah tulang punggung pembangunan. Ilmu pengetahuan dan teknologi atau IPTEK merupakan segi yang tidak dapat dikesampingkan dari kehidupan dan kesejahteraan manusia. Gedung ini diresmikan pada tanggal 10 November 1995 diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia
Museum Minyak dan Gas Bumi
Pembangunan museum ini berawal dari peringatan seratus tahun usaha pertambangan minyak dan gas bumi di indonesia. Bangunan utama yang dapat dilihat ialah anjungan lepas pantai, ciri khas pencarian minyak dan gas bumi, yang juga akan menjadi ajang utama penjelajahan minyak dan gas bumi di masa datang.

BANGUNAN DAN MONUMEN

Tugu Api Pancasila
Tugu Api Pancasila berdiri tegak dan kokoh seolah menyambut kedatangan pengunjung. Menjulang tinggi 45 m, ia menancapkan lima kakinya yang berjarak 8 m, di atas sebuah kolam bergaris tengah 17 m, dan berhiaskan api abadi dipucuknya. Ia adalah lambang tekad bulat bangsa Indonesia untuk mencapai cita-cita kemerdekaan, mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Baluwerti Relief Perjuangan Bangsa
Baluwerti yang berarti “pagar tembok yang kokoh” adalah salah satu bangunan monumental yang melengkapi TMII. Penuangan secara visual estafet sejarah perjuangan bangsa Indonesia dari masa ke masa, mulai dari era merebut kemerdekaan, proklamasi hingga era orde baru.
Jam Bunga
“Waktu adalah uang dan waktu adalah hidup”, demikian pesan yang terkandung dalam jam besar yang tersusun dari bunga indah warna-warni.
Miniatur Candi Borobudur
Miniatur Borobodur dibuat secara tepat menyerupai candi yang sebenarnya hanya dalam ukuran yang lebih kecil. Rincian stupa, relief dan ukiran serta semua ciri corak dan penampilannya dibuat sangat rapi, sedikit pun tidak menyimpang dari aslinya. Pengunjung pun dapat dengan leluasa mempelajari detail dari bangunan kolosal ini
Sasana Kriya
Bila kita berwisata ke manapun rasanya kurang puas kalau pulangnya tidak membawa buah tangan. Untuk itu, sejak awal TMII menyediakan sarana dan kemudahan bagi pengunjung yang ingin membawa pulang aneka cinderamata yang disukai. Tempatnya adalah “Sasana Kriya” yang diresmikan tanggal 20 April 1975. Bangunan seluas 4.940 m persegi di atas lahan kurang lebih 17.000 meter persegi itu, merupakan pusat pengenalan dan pemasaran hasil-hasil industri kerajinan rakyat Indonesia.
Sanggar Krida Wanita Jaya Raya
Bangunan berbentuk rumah-rumah adat Condet dengan arsitektur dan keadaan interior yang khas Betawi ini dimaksudkan untuk melengkapi Anjungan DKI Jakarta. Di sanggar ini dilakukan pembinaan tata rumah tangga. seperti tata boga dan tata rias. Penyelenggaraan peragaan dilakukan setiap bulan pada minggu pertama dan kedua.
Monumen Persahabatan Negara-negara Non-B
Di tengah-tengah kesibukan yang tinggi para kepala negara dari negara-negara berkembang yang tergabung dalam Gerakan Non Blok, meluangkan waktunya mengunjungi TMII untuk khusus menanam jenis-jenis pohon yang mencirikan negara masing-masing. Bagian TMII yang khusus ini menjadi Taman Monumen Persahabatan Negara Non-Blok.
Peragaan Kayu
Hutan Indonesia menghasilkan banyak kayu, bukan hanya dalam satuan volume, tetapi juga dalam ukuran besarnya batang pohon. Untuk menunjukkan kekayaan hutan Indonesia, di TMII juga diperagakan berbagai kayu dengan ukuran yang sangat besar. Dari ukuran garis tengahnya, dapat diperkirakan umur kayu ini yang sudah berpuluh bahkan beratus tahun.

SASONO DAN GEDUNG LAINNYA

Sasono Adiguno
Sesuai dengan namanya Sasono Adiguno, yang berarti “gedung serba guna yang indah”, gedung yang seolah menyatu dengan Sasono Langen Budoyo ini berfungsi serba-guna. Desain ruangannya yang luas dan tidak terkotak-kotak, memungkinkan gedung ini diatur sesuai keperluannya.
Sasono Langen Budoyo
Bangunan tersendiri yang seolah menyatu dengan Sasono Utomo adalah “Sasono Langen Budoyo”. Di dalam gedung modern yang berkesan anggun oleh nafas tradisional inilah dipergelarkan berbagai jenis kesenian, baik yang tradisional maupun modern.
Sasono Manganti
Merupakan sebuah koridor yang memisahkan antara Sasono Langen Budoyo dan Sasono Adiguno. Fungsi utamanya adalah sebagai ruang tunggu.
Sasono Utomo
Gedung megah dengan bentuk atap menjulang tinggi ini adalah gedung “Sasono Utomo”. Bangunan berpola rumah tradisional Jawa, Joglo , oleh karena itu juga dikenal dengan gedung “Joglo”. Pucuk atap yang meninggi dengan dasar rendah melebar menggambarkan tingginya pengetahuan dan keluhuran budi, namun selalu bersikap merendah, ramah, dan lapang dada.
Pusat Informasi
PIBW TMII dibangun khusus diperuntukan bagi siapapun yang membutuhkan atau ingin memperoleh informasi mengenai kebudayaan dan kepariwisataan. Di dalamnya pengunjung dapat memperoleh informasi yang dilengkapi dengan bahan-bahan pustaka, dalam bentuk tulisan maupun media pandang-dengar (audio visual).
About these ads
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.